ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA DKM LIPI BANDUNG

Anggaran Dasar (AD)

Dan

AnGgaran Rumah Tangga (ART)

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)

LIPI Bandung


 

MUQADDIMAH

Bismillahir rahmanir rahim,

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa ta’ala, shalawat serta salam terlimpah kita haturkan kepada Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wasallam beserta keluarga, para sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Tujuan hidup di dunia dalam tatanan masyarakat madani islami yang di ridhoi Allah Subhanahu wa ta’ala adalah untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat dengan keyakinan bahwa tujuan itu hanya dapat dicapai dengan pertolongan, taufiq dan hidayah-Nya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan usaha-usaha yang terencana, teratur, terus menerus dan penuh istiqamah yang selalu bersandar kepada Al­Qur’an dan As-Sunnah dalam setiap tindakannya. Salah satunya adalah melalui kegiatan dakwah sebagai suatu kewajiban yang harus dipenuhi untuk menciptakan tata kehidupan masyarakat yang berakhlaqul karimah, mulia dan penuh rahmat, sebagaimana disyaratkan oleh Allah ta’ala dalam firmannya;

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orangorang yang beruntung” (Ali Imran: 104).

Maka dengan nama Allah Subhanahu wa ta’ala, Kami umat Islam di lingkungan LIPI yang terhimpun dalam organisasi Dewan Kemakmuran Masjid (selanjutnya disingkat DKM) LIPI Bandung bertekad memperkuat peran DKM LIPI Bandung. DKM LIPI Bandung merupakan organisasi strategis yang dikelola oleh jama’ah muslim LIPI Bandung dalam melangsungkan aktivitas di masjid dan menjadi media silaturrahim untuk kerukunan umat. Penggunaan istilah “Kemakmuran” dalam DKM sesuai dengan At Taubah Ayat 18:

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid ALLAH ialah orang-orang yang beriman kepada ALLAH dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada ALLAH, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”

Masjid LIPI Bandung merupakan sarana dan wadah syiar ibadah untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan ukhuwah islamiyah di lingkungan LIPI serta di lingkungan masyarakat sekitarnya. Peranan penting DKM kedepan, sesuai dengan perkembangan jaman menuntut sentuhan manajemen modern dalam tata laksana manajemen dan organisasinya. DKM perlu mengelola masjid secara transparan dan akuntabel dengan tetap mengedepankan asas musyawarah dan manfaat. Oleh karena itu diperlukan dukungan tertib administrasi kejelasan tata kerja organisasi berupa ANGGARAN DASAR (selanjutnya disingkat AD) dan ANGGARAN RUMAH TANGGA (selanjutnya disingkat ART). Uraian AD/ART sebagai berikut:

BAB I

NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1

Nama

Organisasi ini bernama Dewan Kemakmuran Masjid LIPI Bandung atau DKM LIPI Bandung

Pasal 2

Waktu

DKM LIPI Bandung didirikan sejak ditandatanginya AD dan ART ini sampai waktu yang tidak ditentukan

Pasal 3

Tempat Kedudukan

DKM LIPI Bandung berkedudukan di Masjid LIPI Bandung, Kampus LIPI, di Jalan Sangkuriang, Bandung, 40135, Indonesia

BAB II

ASAS, SIFAT, VISI DAN MISI

Pasal 4

Asas

  1. DKM LIPI Bandung berasas Islam yang berpedoman kepada Al-Quran dan As-Sunnah, Fatwa Majelis Ulama Indonesia serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. DKM LIPI Bandung berpegang pada pemahaman Ahlusunnah waljamaah

Pasal 5

Sifat

DKM LIPI Bandung mengutamakan persaudaraan (Ukhuwah Islamiyah) antar warga muslim di lingkungan LIPI dan masyarakat sekitarnya, bersifat terbuka, menjunjung persamaan (egaliter) dan tidak memihak (non-partisan) serta berperan secara positif dan proaktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pasal 6

Visi

Terwujudnya Masjid LIPI sebagai pelopor peradaban Islam

Pasal 7

Misi

Untuk mencapai visi, DKM LIPI Bandung menjalankan misi sebagai berikut:

  1. Menyediakan tempat ibadah yang kondusif
  2. Menjadi pusat kegiatan ibadah berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah.
  3. Menjadi taman kajian keislaman berbasis ilmu pengetahuan
  4. Menjadi rujukan/model aktifitas keislaman berbasis masjid bagi lingkungan sekitarnya

BAB III

FUNGSI DAN TUGAS

Pasal 8

Fungsi

Sebagai media untuk memakmurkan dan mensejahterakan masjid serta pembinaan umat Islam dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki jama’ah.

Pasal 9

Tugas

  1. DKM LIPI Bandung bertugas menegakan syi’ar Islam dan mengajak jama’ah untuk selalu giat memakmurkan masjid.
  2. Mengelola Bidang ‘Idarah (administrasi manajemen masjid), Bidang ‘Imarah (aktivitas memakmurkan masjid) dan Bidang Ri’ayah (pemeliharaan fisik masjid).
  3. Menyusun rencana dan program kegiatan masjid untuk mencapai visi
  4. Menyelenggarakan aktivitas yang bernafaskan keislaman di bidang da’wah, pendidikan, pelatihan dan kegiatan sosial.
  1. Memanfaatkan, memelihara dan meningkatkan sarana dan prasarana masjid

BAB IV

KEPENGURUSAN DAN JAMA’AH

Pasal 10

Kepengurusan

  1. Pengurus DKM LIPI Bandung merupakan jabatan struktural organisasi.
  1. Pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri atas jabatan sebagai berikut:

Pengurus sekurang-kurangnya terdiri atas

  • Ketua
  • Sekretaris
  • Bendahara
  • Koodinator Bidang, terdiri atas:
  1. Koordinator Bidang Syiar dan Kajian
  2. Koordinator Bidang Pelayanan Umat
  3. Koordinator Bidang Pendidikan dan Pelatihan
  4. Koordinator Bidang Sarana prasarana
  1. Tugas pokok masing-masing pengurus ditetapkan berdasarkan Keputusan Ketua Pengurus DKM LIPI Bandung dan diumumkan secara terbuka.
  1. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, pengurus didampingi oleh Dewan Pembina dan Dewan Penasihat seperti dimaksud di bawah ini.
    1. Dewan Pembina terdiri atas:
  2. Kepala LIPI
  3. Kepala Biro Umum sebagai pengelola aset Negara
  4. Pengurus Yayasan Masjid LIPI Bandung, yang memiliki mandat dan kewenangan tersendiri yang diatur dalam Akte pendirian Yayasan Masjid LIPI Bandung
    1. Dewan Penasihat: Para Kepala Satuan Kerja di Kampus LIPI Bandung

Pasal 11

Persyaratan Pengurus

Persyaratan Pengurus organisasi adalah:

  1. Jamaah aktif masjid LIPI khususnya para ASN dan Pensiunan ASN LIPI
  1. Memiliki ilmu pengetahuan agama Islam
  2. Amanah, jujur dan dapat dipercaya.
  3. Dapat bertugas selama masa 3 (tiga) tahun.
  4. Ketua DKM disyaratkan adalah pengurus aktif DKM LIPI Bandung atau pernah aktif sebagai pengurus dan atau tercatat dalam salah satu aktifitas di lingkungan Masjid LIPI Bandung
  5. Dipilih sebagaimana ketentuan pemilihan pengurus
  6. Tidak sedang tersangkut permasalahan hukum pidana
  7. Tidak pernah terlibat dalam organisasi terlarang berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pasal 12

Pemilihan Pengurus

  1. Penjaringan calon Ketua DKM LIPI Bandung diambil dari pengurus aktif dengan persyaratan sebagaimana yang ditetapkan dalam Pasal 11.
  2. Proses pemilihan sebagaimana dimaksud ayat (1) dikelola oleh Tim Formatur yang dibentuk oleh Pengurus aktif DKM LIPI Bandung melalui musyawarah
  3. Pengurus aktif DKM LIPI Bandung dapat membuat tata cara pemilihan Ketua Pengurus dengan tidak bertentangan kepada AD dan ART.
  4. Dalam tidak didapatkannya keputusan dari hasil musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), maka penentuan Ketua DKM LIPI Bandung dilakukan secara voting oleh jamaah masjid yang hadir pada waktu dan tempat yang telah ditentukan secara resmi.
  5. Bilamana pemilihan ketua DKM LIPI Bandung tidak tercapai kesepakatan melalui prosedur dimaksud dalam ayat (2, 3 dan 4), maka Ketua DKM LIPI Bandung dapat ditunjuk langsung oleh Ketua Yayasan Masjid LIPI Bandung yang memiliki mandat mengangkat dan memberhentikan Pengurus
  6. Untuk jabatan struktural lainnya selain Ketua DKM LIPI Bandung, dipilih oleh Ketua DKM LIPI Bandung terpilih yang memiliki Hak Prerogatif dan dibantu oleh Tim Formatur.
  7. Pengurus DKM LIPI Bandung terpilih dikukuhkan/dilantik oleh unsur Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan.
  8. Proses pemilihan Pengurus DKM LIPI Bandung masa bakti selanjutnya, dilakukan tiga (3) bulan sebelum berakhir masa bakti pengurus lama, sehingga dapat segera dikukuhkan pengurus baru setelah berakhirnya masa bakti pengurus lama.
  9. Dalam hal terjadi keterlambatan pemilihan pengurus baru setelah berakhirnya masa jabatan pengurus lama, maka pengurus lama tetap menjalankan operasional tugas organisasi.

Pasal 13

Masa Bakti Kepengurusan

  1. Masa bakti kepengurusan DKM LIPI Bandung berlaku untuk masa kerja satu periode selama tiga (3) tahun sejak dikukuhkan, dan dapat dipilih kembali satu (1) periode melalui mekanisme yang ditentukan.
  2. Paling lambat dua (2) bulan sejak terhitung pengukuhan/pelantikan, Pengurus DKM LIPI Bandung menetapkan Program Kerja selama masa bakti kepengurusan, dan disampaikan melalui musyawarah umum.
  3. Dalam hal Ketua DKM LIPI Bandung berhalangan sementara, maka untuk menjalan tugas kepemimpinan dipegang oleh Sekretaris DKM LIPI Bandung sebagai pejabat Pelaksana Tugas Sementara.
  4. Jika dalam perjalanan kepengurusan Ketua DKM LIPI Bandung berhalangan secara tetap oleh sebab tertentu, maka untuk menjalankan kepengurusan organisasi dilakukan pemilihan Ketua DKM LIPI Bandung dari dan oleh pengurus aktif yang ada, untuk jabatan sampai habis masa bakti.
  5. Dalam hal terjadi salah satu pengurus baik secara sengaja atau tidak sengaja telah tidak aktif sebagai pengurus, maka untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, Ketua DKM LIPI Bandung mempunyai kewenangan untuk mengadakan pergantian melalui musyawarah kerja pengurus.
  6. Pengurus DKM LIPI Bandung menyusun laporan pertanggungjawaban setelah berakhirnya masa bakti, dan disampaikan melalui musyawarah umum.

Pasal 14

Jama’ah

  1. Jama’ah DKM LIPI Bandung adalah seluruh ASN LIPI Bandung, Pensiunan ASN Kampus LIPI Bandung dan warga sekitar Masjid LIPI
  2. Jama’ah DKM LIPI Bandung wajib mentaati AD/ART

Pasal 15

Permusyawaratan

  1. Hasil musyawarah merupakan keputusan tertinggi dalam memecahkan permasalahan kepengurusan dan jama’ah DKM LIPI Bandung.
  2. Musyawarah sebagaimana dimaksud ayat 1, terdiri dari :
  1. Musyawarah Umum, yaitu musyawarah oleh seluruh Jama’ah melalui pemberitahuan resmi pada waktu dan tempat yang ditentukan, bertujuan untuk:
  • Laporan Pertanggungjawaban pengurus DKM LIPI Bandung
  • Menetapkan dan mengesahkan Program Kerja Pengurus DKM LIPI Bandung pertahun berjalan.
  • Mengevaluasi program kerja pengurus DKM LIPI Bandung pertahun berjalan.
  • Memilih formatur dalam penjaringan calon ketua DKM LIPI Bandung.
  • Menetapkan dan mengesahkan Ketua DKM LIPI Bandung.
  • Musyawarah dengan adanya kegiatan dan kejadian khusus.
  1. Musyawarah Kerja, yaitu musyawarah yang dilakukan oleh seluruh Pengurus DKM LIPI Bandung, bertujuan untuk:
  • Menyusun Rencana Anggaran Belanja.
  • Menyusunan Rencana Program Kerja tahunan maupun selama masa bakti.
  1. Musyawarah Koordinasi Bidang, bertujuan untuk :
  • Menyusun Rencana Anggaran Belanja pada bidang masing-masing.
  • Menyusun Program Kerja pada bidang masing-masing.
  1. Aturan dalam menjalankan musyawarah dapat dijabarkan di dalam ART.

Pasal 16

Perbendaharaan

  1. Kekayaan organisasi diperoleh dari infaq dan sumbangan/donasi dari jama’ah yang halal dan tidak mengikat, bersumber dari gaji para ASN dilingkungan Kampus LIPI Bandung maupun dari zakat, infaq, shodaqoh, hadiah, wakaf dan sumbangan warga muslim dan Jama’ah masjid.
  2. Pengurus DKM LIPI Bandung bertanggungjawab atas pemasukan dan pengeluaran secara baik dan benar dimana informasi tersebut dapat diakses oleh jama’ah masjid LIPI Bandung
  3. Pengurus DKM LIPI Bandung berkewajiban membukukan pemasukan dan pengeluaran secara tertib, teratur, terbuka/transparan dan akuntabel

 

BAB V

TUGAS DAN KEWENANGAN

DEWAN PEMBINA DAN DEWAN PENASIHAT

Pasal 17

Tugas dan Kewenangan Dewan Pembina

  1. Tugas dan Kewenangan Dewan Pembina
  1. Mengawasi jalannya kepengurusan DKM LIPI Bandung
  2. Memberikan saran atas Laporan Pertanggungjawaban DKM LIPI Bandung
  3. Menghadiri pelaksanaan musyawarah
  4. Memberi saran dan masukan kepada Ketua DKM LIPI Bandung, apabila Ketua dinilai lalai dalam menjalankan Program Kerja dan/atau menyalahi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga DKM LIPI Bandung.

Pasal 18

Tugas dan Kewenangan Dewan Penasehat

  1. Dewan Penasehat terdiri atas para kepala satker di lingkungan Kampus LIPI Bandung atau perwakilannya.
  1. Dewan Penasihat bekerja secara fungsional dalam kepengurusan DKM Masjid LIPI Bandung, mencakup:
    1. Memberikan masukan dan nasehat terhadap visi, misi dan program-program kerja.
    1. Memberikan alternatif solusi terhadap kendala-kendala program kerja.
    2. Membantu diplomasi internal dan eksternal, dalam rangka pengembangan cakupan kegiatan DKM LIPI Bandung.

BAB VI

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 19

Perubahan Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga

Perubahan atas AD dan ART Organisasi hanya dapat dilakukan melalui musyawarah pengurus DKM LIPI Bandung.

Pasal 20

Pembubaran Organisasi

Pembubaran organisasi hanya dapat dilakukan melalui musyawarah Dewan Pembina, Dewan Penasihat dan pengurus DKM LIPI Bandung

BAB VII

ATURAN PERALIHAN, ATURAN TAMBAHAN DAN PENUTUP

Pasal 21

Aturan Peralihan

  1. Dengan pertimbangan telah berjalannya kepengurusan DKM LIPI Bandung sejak tahun 2002, Masjid LIPI Bandung berdiri sebelum diterbitkannya AD dan ART ini, maka kepengurusan yang lama tetap berjalan dan sah, sampai ditetapkankannya kepengurusan yang baru.
  2. AD dan ART ini ditandatangani oleh Tim Penyusun AD dan ART DKM Masjid LIPI Bandung, dan menjadi pedoman organisasi DKM LIPI Bandung selanjutnya.

Pasal 22

Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam AD dan ART ini dimuat dalam peraturan atau ketentuan tersendiri yang tidak bertentangan.

Pasal 23

Penutup

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Bandung,  27  September  2016

Tim Penyusun AD dan ART DKM LIPI BANDUNG

            Nama                                                             Tanda Tangan

  1. Haryadi Permana                                         ………………….
  2. Bogi Soedjatmiko                                                                          ………………..
  3. Dadan Suherman                                        …………………..
  4. Dawam Abdullah                                                                          …………………
  5. Suherman                                                     ………………….
  6. Aep Saepudin                                                                               …………………
  7. M. Arifin Hidayat                                          ………………….
  8. Nanan Abidin                                                                                …………………

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *